Sabtu, 16 Maret 2013

Ketika Sahabat Menjadi BANGSAT

Aku tak tahu harus memulai tulisan ini dari mana. 
Mari kita buka kamus, nah persahabatan itu istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih pelaku sosial. Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, selera mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai. Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasehat dan saling menolong dalam kesulitan. Sering ada yang bilang seorang sahabat dapat menjadi tempat menampung semua luapan emosi bahkan ketika hal itu tidak dapat diungkapkan ke orang lain, dibandingkan dengan TEMAN. Kebayang dong bagaimana berartinya sahabat itu.

Namun bagaimana kalau misalnya kita dikhianati oleh orang yang kita anggap sahabat itu? Pernah tidak kalian dikhianati oleh sahabat? Contohnya nih kita lagi ngincar atau lagi mendekati seorang cewek/cowok. Dan tahu-tahunya dia juga mau rebut cowok/cewek yang kita incar tadi. Eh tidak tahunya dia pacaran sama sahabat kita tanpa sepengetahuan kita alias main dibelakang. Padahal sahabat kita tadi tahu kalau kita tuh suka banget sama dia. Waaaah itu rasanya seperti kena petir di siang bolong.

Nah pertanyaan aku simple saja nih, bagaimana reaksi kalian???
Marah, emosi, dongkol, gondok, kesal, patah hati, gundah gulana, hidup tak berarti, ingin bunuh diri, atau cuek mewek kayak bebek ??

Dulu aku  juga pernah merasakan itu ketika sahabat aku menusuk dari belakang. Pasti kalian tahu rasanya ditusuk dari belakang. Aku merasa dihianati sama orang yang paling aku percayai. Entah apa salah aku sampai sahabat aku itu begitu tega ke aku. Aku sudah mencoba jadi yang terbaik buat sahabat aku itu, tapi apa kenyataannya? Apa yang dia balas ke aku? PENGKHIANATAN menusuk aku dari belakang!!!! DASAR BANGSAT!!!

Padahal aku sudah mengganggap dia sebagai abang aku. Saking dekatnya aku sama dia, kita tuh sudah kaya orang pacaran yang kemana-mana selalu bersama. Semua rahasia aku dia tahu, dan begitupun sebaliknya. Kami sering curhat tentang kehidupan dan masalah cinta. Aku tak mengerti apa yang ada dipikirin dia sampai dia melakukan itu ke aku. Sekarang aku cuma bisa tersenyum KETIKA SAHABAT MENJADI BANGSAT! Sahabat yang dulu aku sayang, yang selalu ada buat aku, yang dulu bisa jalan bareng, ketawa bareng, susah senang bareng, tempat curhat, tapi sekarang sudah menjadi BANGSAT!!!

Masih ingat di kepalaku, apa yang telah dia lakukan ke aku. Persahabatan kami pecah karena seorang cowok. Istilahnya kawan yang menikung atau menyalip. Manusia bermuka dua. Di depan ia bagaikan seorang MALAIKAT namun di belakang ia adalah IBLIS. Dia tidak pernah menghargai sahabat. Kepercayaanku yang dulu begitu besar, kini telah hilang. Sekarang kami telah musuhan, dan aku rasa untuk selamanya. Mencoba melupakan masalah tak segampang membalikan telapak tangan.

KAWAN menjadi LAWAN. Mungkin ini pelajaran terpenting dalam hidup aku untuk selalu memperhatikan dan memilih teman yang baik yang benar-benar bisa dijadikan SAHABAT bukan BANGSAT !!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar